Sabtu, 03 November 2012

Metode Yang Pasaran



Murid mengantuk, ngobrol sendiri dalam pelajaran, dan gagal di setiap ujian? Apa yang salah?.Dalam kegiatan belajar mengajar setiap guru memiliki gaya mengajar mereka masing-masing. Mulai dari yang tidak bermutu sampai yang menjual mutu. itu dikarenakan mereka memiliki pengalaman masing-masing dalam dunia pendidikan. Ada yang sudah bertahun-tahun mengajar sehingga memiliki metode yang berbobot. Atau pun pertama muncul di permukaan karena baru wisuda tetapi memiliki metode pengajaran yang cukup baik, karena telah mendapatkan cukup pelatihan. Ada juga yang telah bertahun-tahun mengajar tapi tidak memiliki bobot dalam metode pengajaran, atau memang tidak memiliki metode yang bagus karena baru. Tapi itulah para kemampuan yang harus dimiliki untuk menjadi guru yang berhasil membawa muridnya. Metode. Kalau tidak mereka tidak akan lepas dari jeratan tiga masalah itu. Masalah yang membuat guru mereka menjadi guru yang gagal.
Salah satu kebiasaan pasaran dari guru yang kurang memiliki kekuatan di bidang metode pengajaran adalah baca, kerja, dan kumpul. Menggelitik memang mendengar bahwa masih adaguru yang menggunakan metode ini dalam pengajaran mereka. Metode ini digunakan mungkin karena guru yang mengajar lagi tidak suka untuk mengajar atau bad mood kata anak muda. Maksud metode ini adalah guru hanya datang dan menyuruh anak didiknya untuk membaca. Setelah itu sang guru hanya duduk di kursi empuknya dan disambi dengan baca Koran terbitan terbaru yang sampai pagi harinya. Setelah muridnya selesai membaca buku, ini waktunya sang guru mengatakan “baiklah anak-anak sekarang waktunya mengerjakan soal halaman 9”. Benar, yang selanjutnya adalah mengerjakan soal dari apa yang telah murid baca. Setelah muridnya selesai mengerjakan dan mata sang guru telah lelah membaca kecilnya huruf Koran harian, dia lalu menunjuk mejanya untuk mengisaratkan para muridnya untuk mengumpulkan di depan. Dan selesailah tugas guru itu. Dan waktunya mengucapkan “selamat bertemu lagi murid-murid”, dan apa jawaban muridnya “iya pak!!!” dengan muka lesu dan meggerutu.
Disisi lain telah banyak guru Indonesia yang telah membuka matanya untuk belajar menjadi guru yang baik bagi murid-muridnya. guru seperti itu adalah guru yang mengikut sertakan para anak didiknya untuk bersama belajar, bukan hanya guru saja yang bercerita sampai mulut berbusa. Biasanya, guru seperti ini menggunakan metode diskusi dalam sistim pengajarannya. Bukan hanya diskusi antar siswa yang guru itu lakukan, tetapi juga guru memberanikan para muridnya untuk memberikan presentasi kepada teman-temannya di depan kelas. Dan biasanya setelah mereka selesai melakukan presentasi di depan kelas akan ada sesi pertanyaan. Itu sebabnya di dalam metode ini membuat pemahaman dan proses pembelajaran siswa lebih aktif karena mereka dipacu untuk berpikir cepat untuk menjawab pertanyaan dari teman mereka yang belum jelas akan presentasi yang dilakukan oleh yang presentasi.
Oleh karena itu dalam setiap pengajaran yang dilakukan oleh para guru, mereka harus memiliki metode yang sangat menunjang. Itu semua untuk membuat para murid mengerti dengan materi yang disampaikan oleh guru. Untuk memperoleh metode yang baik dalam pengajaran, guru bisa mendapatkannya dari pelatiha-pelatihan yang ada. Guru harus selalu terbuka dalam memperbaharui ilmu keguruannya. Mereka harus mengubah pemikiran, bahwa guru tidak perlu lagi mencari ilmu. Itu sangat salah. Karena itu semua sangat penting demi perkembangan sang murid dan perkembangan pendidikan Negara ini. Sampai ada ungkapan yang dikeluarkan oleh salah satu guru saya, yaitu Pak Naruto “score is nothing but understanding is really something”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar