Murid mengantuk, ngobrol sendiri
dalam pelajaran, dan gagal di setiap ujian? Apa yang salah?.Dalam kegiatan
belajar mengajar setiap guru memiliki gaya mengajar mereka masing-masing. Mulai
dari yang tidak bermutu sampai yang menjual mutu. itu dikarenakan mereka
memiliki pengalaman masing-masing dalam dunia pendidikan. Ada yang sudah
bertahun-tahun mengajar sehingga memiliki metode yang berbobot. Atau pun
pertama muncul di permukaan karena baru wisuda tetapi memiliki metode
pengajaran yang cukup baik, karena telah mendapatkan cukup pelatihan. Ada juga
yang telah bertahun-tahun mengajar tapi tidak memiliki bobot dalam metode
pengajaran, atau memang tidak memiliki metode yang bagus karena baru. Tapi itulah
para kemampuan yang harus dimiliki untuk menjadi guru yang berhasil membawa
muridnya. Metode. Kalau tidak mereka tidak akan lepas dari jeratan tiga masalah
itu. Masalah yang membuat guru mereka menjadi guru yang gagal.
Salah satu kebiasaan pasaran dari
guru yang kurang memiliki kekuatan di bidang metode pengajaran adalah baca,
kerja, dan kumpul. Menggelitik memang mendengar bahwa masih adaguru yang
menggunakan metode ini dalam pengajaran mereka. Metode ini digunakan mungkin
karena guru yang mengajar lagi tidak suka untuk mengajar atau bad mood kata
anak muda. Maksud metode ini adalah guru hanya datang dan menyuruh anak
didiknya untuk membaca. Setelah itu sang guru hanya duduk di kursi empuknya dan
disambi dengan baca Koran terbitan terbaru yang sampai pagi harinya. Setelah
muridnya selesai membaca buku, ini waktunya sang guru mengatakan “baiklah
anak-anak sekarang waktunya mengerjakan soal halaman 9”. Benar, yang
selanjutnya adalah mengerjakan soal dari apa yang telah murid baca. Setelah
muridnya selesai mengerjakan dan mata sang guru telah lelah membaca kecilnya
huruf Koran harian, dia lalu menunjuk mejanya untuk mengisaratkan para muridnya
untuk mengumpulkan di depan. Dan selesailah tugas guru itu. Dan waktunya
mengucapkan “selamat bertemu lagi murid-murid”, dan apa jawaban muridnya “iya
pak!!!” dengan muka lesu dan meggerutu.
Disisi lain telah banyak guru
Indonesia yang telah membuka matanya untuk belajar menjadi guru yang baik bagi
murid-muridnya. guru seperti itu adalah guru yang mengikut sertakan para anak
didiknya untuk bersama belajar, bukan hanya guru saja yang bercerita sampai
mulut berbusa. Biasanya, guru seperti ini menggunakan metode diskusi dalam
sistim pengajarannya. Bukan hanya diskusi antar siswa yang guru itu lakukan,
tetapi juga guru memberanikan para muridnya untuk memberikan presentasi kepada
teman-temannya di depan kelas. Dan biasanya setelah mereka selesai melakukan
presentasi di depan kelas akan ada sesi pertanyaan. Itu sebabnya di dalam
metode ini membuat pemahaman dan proses pembelajaran siswa lebih aktif karena
mereka dipacu untuk berpikir cepat untuk menjawab pertanyaan dari teman mereka
yang belum jelas akan presentasi yang dilakukan oleh yang presentasi.
Oleh karena itu dalam setiap
pengajaran yang dilakukan oleh para guru, mereka harus memiliki metode yang
sangat menunjang. Itu semua untuk membuat para murid mengerti dengan materi
yang disampaikan oleh guru. Untuk memperoleh metode yang baik dalam pengajaran,
guru bisa mendapatkannya dari pelatiha-pelatihan yang ada. Guru harus selalu
terbuka dalam memperbaharui ilmu keguruannya. Mereka harus mengubah pemikiran,
bahwa guru tidak perlu lagi mencari ilmu. Itu sangat salah. Karena itu semua
sangat penting demi perkembangan sang murid dan perkembangan pendidikan Negara
ini. Sampai ada ungkapan yang dikeluarkan oleh salah satu guru saya, yaitu Pak
Naruto “score is nothing but understanding is really something”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar